Wisata Indonesia Timur

Jalan jalan dikawasan Indonesia Timur

Maluku Surga Wisman

Gua Ohoidertavun
Tom Goodman bersama tim ekspedisi Duyikan dari Universitas Hawaii adalah salah satu dari beberapa ilmuwan asing yang meneliti gua kuno Ohoidertavun yang berada pada ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan laut di Kei Kecil. Di sekitar gua kuno ini ditemukan dinding batu sepanjang 200 meter yang terukir apik dengan beragam gambar dan lukisan/tulisan kuno. Lukisan kuno yang terpajang di dinding goa Ohoidertavun menggambarkan beragam kehidupan masyarakat di masa lampau dalam kaitannya dengan alam sekitarnya seperti matahari, bulan, dan bintang, serta perahu sebagai sarana transportasi, kehidupan fauna dan flora, bahkan lukisan topeng. Pada situs tersebut juga tergambar lukisan mengenai seni tari gembira sebagai ungkapan syukur yang lebih terfokus pada kehidupan religius. Lukisan di dinding goa Ohoidertavun mengekspresikan tingginya kebudayaan bangsa Indonesia pada ribuan tahun silam yang memiliki spesifikasi yang serupa dengan karya lukisan masyarakat asli Papua dan Australia. Adanya kemiripan sejarah dan budaya ini mengundang perhatian khusus Direktur/Produser Film dari Australia, Marcus Gillezeau untuk mengabdikannya dalam film dokumenter untuk disebarluaskan ke seluruh dunia guna mengundang semakin banyak ilmuwan, wisatawan, dan petualang berkunjung ke daerah rempah-rempah ini, yang pernah kesohor di masa lalu.

Apa yang ditemukan di goa Ohoidertavun merupakan sesuatu yang tergolong langka, unik, dan luar biasa menarik untuk diteliti dan dikaji, ungkap Marcus. Karenanya perlu diangkat ke permukaan untuk dipromosikan karena lukisan tangan para leluhur yang tergolong langka di tebing batu setinggi 24 meter itu secara antropologi mengisyaratkan adanya semacam kesamaan hubungan keturunan antara suku asli Kepulauan Kei dengan penduduk asli Australia.

Tari Katreji
Tarian ini adalah suatu tarian pergaulan masyarakat Maluku yang biasanya digelarkan pada acara-acara negeri / desa berkaitan dengan upacara-upacara pelantikan Raja / Kepala Desa, atau pada acara-acara ramah tamah masyarakat negeri/desa dengan tamu kehormatan yang hadir di negeri/desa-nya.Dari pendekatan sejarah, tarian ini merupakan suatu AKULTURASI dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku.Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses BILINGUALISME.Dalam perkembangannya tarian ini kemudian menjadi tarian rakyat yang hampir setiap saat digelarkan pada acara-acara pesta rakyat, baik yang dilaksanakan pada saat hajatan keluarga, maupun negeri/desa, yang menggambarkan suasana suka cita, kegembiraan seluruh masyarakat.Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar, dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang

Tari Orlapei
Tarian ini adalah tarian penyambutan para tamu kehormatan pada acara-acara Negeri/Desa di Maluku Tengah. Pada umumnya menggambarkan suasana hati yang gembira dari seluruh masyarakat terhadap kedatangan tamu kehormatan di Negeri/Desa-nya, dan menjadi ungkapan Selamat Datang. Kombinasi pola lantai dan gerak serta rithem musik lebih memperkuat ungkapan betapa seluruh masyarakat Negeri/Desa setempat merasa sangat senang dengan hadirnya tamu kehormatan di Negeri/Desa mereka.Tarian ini menggunakan properti “gaba-gaba” (bagian tangkai dari pohon sagu/rumbia sebagai makanan khas rakyat Maluku, dan dalam dialek Maluku disebut “jaga sagu”) Diiringi alat musik tradisional rakyat Maluku, yaitu : Tifa, Suling Bambu, Ukulele, dan Gitar.

TERINE MAMAE 
 adalah permainan tradisional yang biasanya dipertunjukan/dimainkan pemuda-pemudi desa pada hari-hari tertentu, yang diangkat dari permainan bambu gila.
Kini permainan rakyat di daerah Maluku Tengah tersebut sudah hampir punah dan hanya tinggal gerakan-gerakannya saja, yang digarap menjadi tari dengan gerakan-gerakan lincah pada kaki dengan posisi tangan saling terkait yang menandakan kesatuan dan persatuan

Tari Loliyana atau tari Panen Lola adalah tari kreasi yang mengangkat Upacara Panen Lola ke dalam bentuk pertunjukan dengan berpatokan pada tradisi dan kebudayaan masyarakat Kepulauan Teon Nila Serua.Dalam bahasa penduduk setempat Loliyana adalah kata umum yang dipakai untuk pekerjaan mengumpulkan salah satu hasil laut yakni Lola. Panen Lola ini dilaksanakan setelah sasi lola dibuka secara resmi oleh Ketua Agama dan Pemangku Adat setempat.Di daerah Maluku sasi dikenal sebagai salah satu pranata adat yang diartikan sebagai larangan atau pantangan untuk mengumpulkan hasil alam baik hasil laut maupun hasil hutan sampai batas waktu yang telah disepakati bersama oleh seluruh masyarakat desa. Fungsinya adalah sebagai alat kontrol untuk mengatur dan menjaga kelangsungan dan kelestarian sumber daya alam dari keserakahan manusia.Proses panen lola diawali dengan pesta rakyat mengelilingi api unggun dari malam hari hingga subuh, dilanjutkan dengan syukuran dan doa kepada Yang Maha Kuasa demi keberhasilan panen yang akan dilaksanakan.Menjelang terbitnya matahari, panen dilakukan secara gotong royong. baik pria maupun wanita.Ringkasan proses panen lola inilah yang kemudian diangkat menjadi suatu garapan tari “LOLIYANA

TARI KABARESI
Tarian Kabaresi ini diilhami oleh semangat kepahlawanan dari Martha Christina Tiahahu yang secara filosofi berjuang untuk membela hak-hak pribumi dari kekejaman penjajah.
Tari ini digarap dalam pola lantai yang lincah dan ditingkahi bunyi tifa totobuang, rebana, toleng-toleng (kentongan) dan suling bambu

TARI PANAH
TariPanah ini mulanya berasal dari tari perang, Menggunakan busur dan anak panah sebagai properti yang dapat menggugah dan mengobarkan keberanian para pria.Tetapi pada perkembangannya tari panah ini digarap menjadi tari penyambutan tamu di Daerah Maluku Tenggara

Wisata Budaya di Desa Sangliat Dol Kecamatan Wertamrian
Perahu Batu (Pamaru) sebuah Benda Purbakala sampai saat ini masih ada sebagai Cagar Budaya Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Maluku Tenggara 
Sebagai daerah kepulauan yang berbatu karang, Maluku Tenggara memiliki banyak pantai yang memikat. Udara panas, pasir putih, air laut jernih kebiruan, dan suasana tenang merupakan karakteristik umum pantai–pantai yang ada di pulau–pulau pada sisi timur Laut Banda tersebut. Salah satu pantai yang menjadi tempat wisata utama di Maluku Tenggara adalah Pantai Ngurbloat, artinya Pantai Pasir Panjang.

Pantai Ngurbloat, Maluku; Wisata Pantai Berpasir Lembut
Pantai Ngurbloat terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil. Sesuai dengan sebutannya, pantai pasir putih ini memanjang hingga tiga kilometer. Keistimewaan Ngurbloat adalah pasir pantainya. Selain bentangan pasir pantai sangat luas, warna pasir pantai Ngurbloat putih cerah dan sangat lembut. Kondisi itulah yang membedakan Ngurbloat dengan pantai lainnya.

Dalam kondisi mendung pun, pasir pantai tetap terlihat berkilau dan cukup menyilaukan mata. Kelembutan pasir yang ada di Pantai Ngurbloat diyakini masyarakat hanya dapat ditandingi oleh kelembutan tepung. Saat memasuki areal pantai yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya Desa Ngilngof, para wisatawan akan disambut oleh lambaian pohon kelapa yang menjulang tinggi. Namun, hati–hati saat menapaki jalan pantai, terutama bila musim hujan. Jalan masuk menuju pantai yang terbuat dari batu karang sangat licin.

Hamparan luas pasir putih di Ngurbloat itu sangat menyenangkan bagi mereka yang senang berjalan–jalan dan bermain di pinggir pantai. Bagi yang hobi berolahraga, Ngurbloat cocok untuk tempat bermain voli pantai, sepak bola, atau lari pagi. Pengunjung yang berolahraga tidak perlu khawatir akan berdesak–desakan dengan wisatawan lainnya. Bagi wisatawan yang membawa anak balita, jangan lupa membawa peralatan untuk bermain pasir. Butiran pasir pantai yang halus menjadikan kulit terasa nyaman saat bersentuhan dengannya.

Di kawasan itu juga orang bisa berenang. Lokasinya cukup aman dan luas karena Pantai Ngurbloat landai. Pulau–pulau kecil yang terletak berhadapan dengan pantai itu membuat ombak laut di pantai tersebut tidak terlalu besar dan arusnya pun tidak terlalu kuat. Pantai Ngurbloat tidak hanya berair jernih, tetapi juga relatif bersih dari sampah dan limbah. Hanya sedikit sampah organik dari rumput laut yang terlihat tercecer di beberapa tempat.

Untuk turis yang lelah beraktivitas di pantai atau sengaja ingin bermalas–malasan sambil menikmati panorama tersedia sejumlah pondok tempat menjual makanan dan minuman maupun tempat peristirahatan tersedia di tepi pantai. Bersantai di bawah rindang pepohonan terasa sangat menyenangkan. Apalagi udara terasa segar dan suasana begitu tenang.

Sejumlah tempat untuk bermain ayunan pun ditempatkan di antara ranting–ranting pohon sehingga sangat nyaman digunakan untuk tidur–tiduran di alam terbuka atau membaca buku. Sejumlah kamar di beberapa penginapan di sekitar situ disediakan untuk wisatawan yang ingin bermalam di tepi pantai. Penginapan–penginapan tersebut umumnya berupa rumah panggung ala tropis yang terbuat dari kayu.

Namun sayang, banyak sampah dari botol dan gelas plastik bekas minuman tertumpuk di pinggiran pantai. Pantai Ngurbloat yang terletak di pesisir barat Pulau Kei Kecil berjarak sekitar 20 kilometer dari Tual, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah itu dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan ataupun angkutan umum yang berpangkalan di Pasar Ohoijang, Langgur. Perjalanan dari Tual ke Pantai Ngurbloat ditempuh sekitar satu jam.

Sepanjang perjalanan pemandangan yang banyak terlihat adalah hamparan semak belukar. Terdapat sejumlah perkampungan kecil yang letaknya terpencar–pencar di antara hamparan padang belukar. Tanah di Pulau Kei Kecil yang berupa batu karang menyebabkan hanya tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh di sana. Jarang sekali ditemukan pohon–pohon besar dan rimbun.

Untuk ke Maluku Tenggara sendiri, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang ataupun kapal laut dari Ambon. Perjalanan dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, menuju Bandar Udara Dumatubun di Langgur ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat berbadan kecil. Hampir setiap hari terdapat penerbangan dari Ambon menuju Langgur dengan maskapai yang berbeda–beda.

Bagi yang gemar menggunakan angkutan laut, perjalanan dapat dilakukan dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, menuju Pelabuhan Tual. Perjalanan ini berlangsung sekitar 18 jam dengan menggunakan kapal penumpang milik PT Pelni. Waktu tempuh tersebut termasuk singgah sekitar dua jam di Pelabuhan Banda Naira. Namun, perjalanan laut ini biasanya hanya satu kali dalam satu minggu.
Selain Pantai Ngurbloat, Maluku Tenggara, juga memiliki sejumlah obyek wisata pantai lain. Di Pulau Dullah terdapat Pantai Difur dan Pantai Nam Indah yang dirindangi aneka pepohonan. Di Pulau Kei Kecil terdapat Pantai Ngursamadan di Desa Ohoililir, Pantai Disuk, dan Pantai Nadiun Ohoidertawun. Ciri utama dari pantai–pantai itu airnya yang amat jernih dan sekitar pantai teduh oleh rimbunnya pepohonan.

Profil pariwisata Maluku yang berisikan objek dan daya tarik maupun mengunjungi Maluku, merupakan kenyataan-kenyataan potensi kepariwisataan yang begitu menjanjikan terutama bagi wisatawan untuk saatnya datang berkunjung menyaksikan keindahan alam meliputi : Ketersediaan daya tarik bawah laut sesuai dengan karakteristik wilayah Maluku sebagai daerah kepulauan, Gunung api, Daerah perbukitan’ Pemandangan alam, Teluk, Danau dan Keramah-tamahan masyarakat Maluku yang sudah dikenal sejak dahulu dengan tradisi masyarakat yang menganggap “Wisatawan Sebagai Raja”.

1. Taman Laut

Pemandangan Taman Laut yang indah mengingat pantai di Maluku masih banyak yang belum terjamah. Wisata ini dapat dinikmati di Pulau Tiga, Manuala Beach, Pulau Banda.
2. Pantai Pasir Panjang

Pantai Pasir Panjang yang di Tual Maluku Tenggara merupakan pantai yang sangat menakjubkan dengan pasir putihnya yang sangat panjang dan lembut menyerupai tepung itu membuat mata tak tahan melihatnya disiang hari karena memancarkan cahaya yang menyilaukan.

3. Pantai Liang

Terletak disebelah timur laut jazirah Leihitu berhadapan dengan Pulau Seram berpasir putih sepajang kurang lebih 4 km, berjarak 40 km dari pusat kota. Air lautnya bening mengundang setiap pengunjung untuk terjun kelaut. Sebuah restoran dilaut milik masyarakat setempat menyediakan makan khas Malauku, ikan baker dan colo-colo. Bersebelahan dengan pantai ini terdapat Dermaga Feri untuk penyerbangan ke Pulau Seram, bekas lapang terbang Jepang yang dipakai jaman Perang Dunia II. Diseberang pantai ini terletak cagar alam/taman laut Pulau Pombo sebuah pulau karang atoll berpasir putih dan dihuni oleh burung-burung Pombo (merpati)
4. Pantai Pintu Kota

Pantai pintu kota yang juga masih ada di ujung Pulau Ambon ini sangat menarik dengan batu karang khasnya yang sangat besar dan berlubang seperti pintu dan ada lorong dibawahnya membuat wisatawan yang datang tak henti-hentinya mengabadikan salah satu wujud kebesaran Tuhan yang sulit ditemui di tempat lain. Pintu kota juga merupakan sebuah batu karang besar berbentuk gapura yang yang menjorok ke Laut Banda diantara Desa Airlouw dan Desa Seri, sebelah Jazirah Leitimor. Tersedia beberapa fasilitas berteduh terutama untuk menikmati panorama matahari terbit dan bentuk-bentuk batu karang yang spesifik.

5. Pantai Manuala

Pantai yang tenang dan sejuk dengan banyaknya pepohonan ditepian pantai didalamnya menyimpan pesona terumbu karang yang masih alami bercanda dengan satwa laut.

6. Pantai Natsepa

Pantai berpasir putih ini terletak di tepi jalan Provinsi dan menghadap ke beberapa Pulau. Sambil menikmati keindahan panorama juga dapat menikmati es kelapa muda dan rujak buah khas Natsepa. Sangat bagus untuk liburan akhir pekan keluarga dan kerabat sayang kalau tidak menikmatinya
7. Mutiara Maluku

Keindahan mutiara dari Maluku tidak kalah dengan daerah lainnya bahkan kualitas mutiara di Maluku mempunyai daya tarik tersendiri bagi pecinta mutiara …. Hiasan ini tidak dapat diperoleh dalam berbagai bentuk perhiasan.
Adat Istiadat Maluku

Tari Lenso, Tari Cakalele & Masjid Kuno Desa Hila

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Indonesia bagian timur, Provinsi Maluku sangat kaya dengan berbagai obyek wisata baik berupa panorama alam maupun bangunan-bangunan peninggalan sejarah seperti Masjid Kuno Desa Hila dan hasil kerajinan. Salah satu adat istiadatnya yaitu tari Cakalele tarian ini merupakan simbol dari rakyat maluku pada saat melawan/mengusir penjajah.

Tari Bambu Gila

Tarian bambu gila adalah tarian khusus yang bersifat magis, berasal dari desa Suli. Keunikan tarian ini adalah para penari seakan-akan dibebani oleh bambu yang dapat bergerak tidak terkendali dan tarian ini bisa diikuti oleh siapa saja

Wisata di Kecamatan Kepala Madan

Pulau Tumaho
Sejumlah objek wisata alam yang menarik terletak di Kecamatan Kepala Madan sehingga memudahkan wisatawan untuk mengunjunginya karena jaraknya yang berdekatan. Pulau Tumaho sekitar 160 km sebelah barat pusat kota Namlea, tepatnya di Desa Nanali, Kecamatan Kepala Madan. Untuk mencapai Pulau Tumaho anda bisa menggunakan dua alternatif. Pertama jalur darat dengan menggunakan mobil menuju Desa Air Buaya ± 90 km dengan jarak tempu 2 jam, setelah itu anda bisa menyewa speedboat masyarakat setempat dengan harga 700 ribu PP menuju Pulau Tumaho, dengan menggunakan mobil anda bisa mampir sebentar menikmati indahnya Pantai Jikumarasa dan teduhnya Telaga Namniwel di Desa Waiperang. Kedua dengan menggunakan Kapal Motor yang berangkat dari pelabuhan Namlea langsung menuju Pulau Tumaho dengan jarak tempuh 6 jam dan hanya membutuhkan biaya 100 ribu, dengan jalur laut anda bisa menikmati keindahan pantai sepanjang perjalanan.

Pulau dengan luas ±50 ha² ini dikelilingi oleh hamparan pasir putih yang luas membentak mengikuti garis pantai, disepanjang pantai berjejer pohon kelapa yang selingi oleh tanaman Ubi Kayu ( oleh masyarakat setempat dinamakan Kasbi ). Pantai ditepian laut Banda ini sangat cocok untuk menikamati suasana terbenamnya matahari (sunset) sambil berenang anda bisa langsung menikmati pemandangan Gunang Kapalamadan dengan ketinggian ±2490 m diatas permukaan laut yang merupakan gunung tertinggi di P. Buru. Pemandangan ini memberi sensasi tersendiri bagi pengunjung dikawasan ini. Bagaikan seorang gadis desa yang menutup tabirnya bila sengaja diperhatikan, gunung ini akan tertutup kabut seolah malu bila sengaja datang untuk melihatnya. Sambil menikmati suasana pantai anda bisa berolahraga seperti joging, barmainbola, jalan-jalan ataupun bercengkrama dengan keluarga. Bagi pencinta scuba daving anda bisa menikmati keindahan terumbu karang yang membentang mengelilingi pulau yang terkenal asri, anda juga bisa memancing disepanjang selat tumaho karena ditengah laut terdapat sejumlah kapal maupun perahu yang sedang berlayar mencari ikan.

Air Jin

Terletak berhadapan dengan Pulau Tumaho ±300 m merupakan jenis sungai artesis yang sumber airnya tidak pernah mengering dimusim kemarau, sumber air dan mauranya langsung berhimpitan dengan bibir pantai, Air Jin sudah dikenal luas oleh para nahkoda kapal yang terkenal dengan kesejukan airnya banyak digunakan sebagai sumber air minum bagi para pelaut.

Desa Pasirputih

Terletak di Pulau Tengan berjarak ± 1 km dari air jin Merupakan tempat peristirahatan yang menyatu dengan alam pedesaan, konsep wisata desa yang menyajikan nuansa pedesaan yang sejuk dan damai dapat mengobati rasa kangen akan suasana pedesaan yang jarang ditemui di masa akan datang. Desa pasir putih terkenal merupakan desa nelayan yang dihuni oleh masyarakat asal Sulawesi Tenggara (Buton) perumahan di sini seluruhnya jenis rumah panggung sambil santai diberanda rumah anda bisa menikmati sinar matahari pagi yang cerah sambil memandang pohon kelapa sepanjang mata, bagi penggila berenang anda bisa langsung menikmati air laut yang bersih dan asri.

Pantai Jikumarasa

Berkunjunglah ke pantai jikumarasa niscaya anda akan terpesona, entah apa sebabnya “pantai terindah” di pulau buru ini selalu berhasil memikat mata para pengunjunggnya. Alamnya yang masih “perawan” dan belum tersentuh tangan – tangan jahil manusia menambah nuansa keteduhan pengunjung, disepanjang garis pantai terhampar pasir putih selalu ada deburan ombak menghempas yang diikuti oleh suara – suara angina bersiul menjawabnya, disepanjang pantai berjejer pohon kelapa yang melambaikan selamat datang bagi pengunjungnya, anda juga bisa menikmati telaga air asin yang muaranya langsung berhempitan dengan pantai, keteduhan dan jernihnya air menambah ketenangan pengunjungnya.
Pantai ini terletak disebelah barat kota namlea ±15 km dengan jarak tempu 15 menit. Perjalanan ke pantai ini selalu lancar anda bisa menggunakan angkot, mobil ataupun motor, Jalan-jalan yang dilalui cenderung datar dan tak banyak tanjakan sehingga anda bisa menempuhnya sambil bersantai. Disepanjang jalan anda bisa menikmati pemandangan perkampungan warga dengan rumah khas orang buru, keramahan warga juga diselingi pohon kelapa sepanjang jalan.

Berkunkung ke pantai jikumarasa anda akan suguhkan dengan makan rujak yakni makan cimilan khas maluku berupa campuran berbagai macam buah-buahan yang aduk menjadi satu dengan pemanis berupa Gula Merah dan sedikit cabe semua itu disediakan oleh warung dengan nuansa khas warung makan pesisir, anda juga bisa menikmati kelapa muda yang langsung diambil dari pohon begitu ada pesanan dan ada aktivitas nelayan Pantai yang bisa anda nikmati ikan bakarnya yang segar.
Danau Rana

Objek wisata ini berada tepat dipedalaman Pulau Buru ± 63 km km dan berada pada ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Danau rana merupakan danau terbesar di Propinsi Maluku, berada dalam wilayah Kecamatan Air Buaya sangat cocok bagi wasatawan yang suka berpetualang dialam bebas, untuk mencapainya tersedia dua jalur pilihan, pertama perjalanan melalui jalur barat melalui Desa Wamlana Kecamatan Air Buaya, desa yang terletak ± 80 km dari pusat kota Namlea ini bisa anda capai dengan mobil selama 1,5 jam. Selanjutnya dengan menumpang mobil perusahan kayu PT. Gema Hutan Lestari anda memulai pertualangan ke Danau Rana sepanjang ± 43 km dalam perjalanan anda disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah, beraneka macam jenis tumbuhan dapat dijumpai disini, anda akan melewati kawasan hutan lindung juga bisa menikmati keindahan desa – desa di pesisir barat pulau buru dari atas gunung secara langsung, anda akan mampir sebentar di cam Waldea tepat di km 21 setelah itu perjalanana dilanjutkan sampai pada km. 40, Dari sini anda akan berpetualang berjalan kaki sepanjang ± 23 km untuk sampai di Pusat Danau Rana, sepanjang perjalanan anda akan melewati beberapa desa yang dihuni oleh masyarakat suku asli Pulau Buru disini anda akan disuguhkan dengan tarian ”sawat” sebagai tanda ucapan selamat datang bagi para tamu. Jalur kedua melewati desa Tifu Kecamatan Leksula. Desa yang terletak di selatan pusat kota Namlea ini hanya dapat ditempuh dengan perjalanan laut menggunakan speedboat dengan jarak tempuh ± 5 jam, tiba di Desa Tifu dengan menggunakan mobil truck anda memulai petualangan ke Danau Rana sepanjang 40 km samapai di desa Waelo, setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju pusat Danau Rana ± 6 jam, sama seperti jalur barat disepanjang jalan juga melewati perkampungan masyarakat suku asli Pulau Buru.

Danau Rana terkenal keramat bagi masyarakat sekitarnya, airnya jernih dipenuhi dengan bunga teratai diatasnya, udaranya sejuk. anda bisa menikmati ketenangan Danau Rana dengan menggunakan perahu dengan pemandangan indah di ujung senja itu tampak awan berarak-arak, bergumpal-gumpal menggantung di kanopi langit di atas Danau Rana. Kala bersampan di tengah danau ini, kita seolah merasa jangan-jangan kita ini sudah berada di beranda sorga yang sering digambarkan begitu indah tak terkirakan. Bayangkan saja, pantulan sinar matahari senja memendarkan warna lembayung, udara yang sejuk disisipi awan-awan kelabu kelam serta putih lemah memayungi kepala kita. Memasuki senja angin malam ( oleh masyarakat setempat dinamakan sibu-sibu ) pun datang semilir menyumbui permukaan danau yang mulai kelam. Bila anda ingin berkeliling Danau hanya dengan biaya 100 ribu masyarakat setempat siap mengantar anda berkeliling ke mana saja dengan waktu sepuasnya, anda bisa mengunjungi perkampungan warga yang mengelilingi danau ada dusun Wamamboli, Kaktuan, Erdafa, Warujawa, Waimite, Wagrahi, dan Waireman anda akan disambut dengan senyum ramah masyarakt Buru sekaligus anda bisa mencicipi berbagai jenis ubi-ubian dengan ikan bakar dan colo – colo khas Maluku.

One Response

  1. Infonya bagus gan, tp kok ga ada informasi tentang tari mutiara ya? apa benar tarian tsb merupakan tarian dari maluku? soalnya pernah ada prangko tahun 1995 yang menyebutkan kalau tari mutiara itu berasal dari maluku. di tunggu responnya ya gan… thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Country Guide

Indonesia Timur

Info Penerbangan

Info Pelayaran

Hotel Tanjung Palette Bone Sulsel

Hotel Wisata Pare Sulsel

Unduh Cersil Gratis

Sejak 20 Juli 2009

%d bloggers like this: